Rabu, 27 Juli 2016

PENGURUS BARU DENGAN SEJARAH BARU





Oleh : MUHLAS (DEP. PTKP)


PENGURUS BARU DENGAN SEJARAH BARU

            Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pamekasan Komisariat Ekonomi UNIRA atau yang lebih dikenal dengan sebutan HMI KOMEK UNIRA yang terletak di tempat strategis di depan terminal Ronggosukowati Ceguk Pamekasan. Selama ini, sejak kelahirannya senantiasa melahirkan sejarah baru yang dipersembahkan oleh para kader kader-Nya, Menuangkan ide-ide untuk membuat konsep yang istimewa dan penuh dengan tanda tanya. Prinsip yang radikal dalam arti positif selalu menjadi tembok pertahanan persaingan dan menjadi anak panah dalam menerka setiap peluang. Selalu mengkaji, Menanamkan jiwa aktif dan kritis yang selalu terpatri dalam jiwa dan aktifitas kader HMI KOMEK UNIRA dari zaman lampau hingga sekarang. Sehingga mencetak kader menjadi kader pemikir yang handal dan pengaplikator merupakan hal yang objektif untuk diraih dengan penuh makna.
            Pada Rabu 21/07/2016 menggelar Rapat Harian dengan tujuan mengevaluasi program kerja yang dilakukan oleh pengurus internal ataupun eksternal, yang pada kenyataannya beberapa hari terakhir mengalami kemandekan dikarenakan liburan hari raya idzul fitri selama satu minggu, Isi rapat harian tersebut juga membahas kembali kesepakatan rapat harian sebelumnya (akhir bulan Ramadhan). Yaitu akan di adakannya Basic Training LK I (Latihan Kader I) Spacial For Economic Students Of Madura University. Latihan Kader I yang dikemas dengan konsep baru akhirnya akan di aplikasikan oleh pengurus HMI KOMEK UNIRA sehingga ini menjadi tantangan baru pula bagi para pengurus dan anggota yang baru dua bulan menjalakan roda kepengurusan.
            Rapat tersebut dihadiri oleh MPK PK, Pengurus dan Kader HMI KOMEK UNIRA dengan melahirkan kesepakatan bersama untuk mengadakan Latihian Kader I yang memang dihususkan untuk Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIRA tanpa menerima peserta delegasi dari Komisariat yang lain. Beberapa alasan yang disampaikan oleh para anggota rapat pada saat itu. Di antaranya, mengapa harus mengadakan Latihan Kader I Spacial For Economic Students Of Madura University?. tidak lain hanyalah untuk meningkatkan perkaderan dan membantu mahasiswa dari keterlambatan yang ingin berhimpun dan bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam pada umumnya dan HMI KOMEK UNIRA pada hususnya. Hal tersebutlah yang menjadi semangat seluruh kader untuk meneruskan pengabdiannya kepada sang Hijau Hitam.
            Pada saat itu pula dilakukanlah pembetukan kepanitiaan, Penetapan tanggal pelaksanaan dan sekaligus pembuatan tema yang tepat untuk Basic Training (LK I) tersebut. Kesepakatan yang dihasilkan pada saat itu, Tanggal pelaksanaan diletakkan pada tanggal 05-09 Agustus 2016 yang bertempat di Yayasan Al-Ikhlas. Al Mutaabbitbillah salah satu kader HMI KOMEK UNIRA angkatan 2014 yang disepakati dan di percaya oleh para Pengurus dan Anggota untuk menjadi ketua panitia dan menjalankan roda kepanitiaan. Setelah menuai diskusi dan perdebatan yang sangat alot akhirnya semua peserta rapat mengangkat sebuah Tema “CREATING THE CADRE INTELLIGENCE FOR THE FUTURE OF NATION” yang artinya Menjadikan Manusia Pemikir Untuk Bertindak di Generasi Selanjutnya.
            Kakanda Afriyantono selaku Ketua Umum HMI KOMEK UNIRA sangat mengapresiasi dan sangat mendukung dengan akan di adakannya  Latihan Kader I Spacial For Economic Students Of Madura University tersebut. Dia mengatakan, “HMI adalah organisasi kader yang besar yang selalu menciptakan kader berintelektual tinggi, sehingga wajib bagi kita sebagai Pengurus dan Anggota HMI KOMEK UNIRA untuk menciptakan sejarah yang memukau seperti yang ditorehkan oleh para pendahulu kita (KAHMI/Alumni).” tuturnya.
            Selain itu, Kakanda Hamsun selaku Kordinator MPK PK HMI KOMEK UNIRA yang juga pernah menjadi ketua umum periode 2014-2015, Sepakat dan mendukung atas akan digelarnya Basic Training tersebut, bahkan Kordinator MPK PK tersebut mengatakan akan mengkoordinir Anggotanya, untuk membantu sepenuhnya baik secara moril ataupun materil demi lancarnya Latian Kader I yang akan di adakan HMI KOMEK UNIRA, karna ini merupakan program pertama Kepengurusan HMI KOMEK UNIRA yang baru, dan ini merupakan bentuk apresiasi saya.” Ujarnya.
            Kakanda Hamsun juga menambahkan, “Untuk suksesnya acara tersebut, maka Panitia (OC) harus benar-benar menerapkan mikanisme komunikasi yang sudah dianjurkan di HMI, seperti; Konsultasi,Koordinasi dan lainnya. Lebih-lebih dalam menyatukan persepsi antara Panitia (OC) dengan Panitia (SC), Sehingga pelaksanaan Basic Training tidak seperti yang sebelumnya, Yang disebabkan adanya keteledoran Panitia (OC) dan ketidak becusan Panitia (SC) dalam mengatur Agenda Acara Basic Training tersebut. Sehingga tidak ada ceritanya ketika pelaksanaan LK, Pemateri datang terlambat, Pemateri tidak hadir dan bahkan materi-materi LK tidak tersusun sebagaimana amanah petunjuk teknis training yang dikeluarkan oleh BPL PB HMI.
 (Pamekasan 26/07/2016).
           

Jumat, 10 Juni 2016

HMI FKIP UNIRA menggelar taraweh dan tadarrus bersama

HMI FKIP UNIRA menggelar taraweh dan tadarrus bersama
Pamekasan, hmikomekunira47.com

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Komisariat FKIP UNIRA periode 2016-2017 menggelar taraweh dan tadarrus bersama pengurus dan kader beserta tetangga di lingkungan sekretariat Komisariat FKIP UNIRA.

Nur Ali selaku ketua umum HMI FKIP UNIRA yang baru dilantik beberapa hari yang lalu menuturkan "tadarrus ini kami realisasikan dengan beberapa alasan, yang pertama, untuk memeriahkan bulan suci ramadhan, yang kedua untuk membuktikan bahwa HMI tetap konsisten menjaga nilai-nilai relegius (agama islam) dengan mengikuti aturan main yang relevan dengan islam," (10/6/2016).
"Hal yang ketiga adalah, sebagai media silaturrahim antara pengurus dan kader sehingga kedekatan emosional dan kesolidan internal HMI FKIP terjalin dengan baik," imbuh Nur Ali.

"Kami sholat taraweh bersama pengurus dan kader serta tetangga yang ada di lingkungan sekretariat HMI FKIP UNIRA, serta mengadakan tadarrus bersama. Kami harap hal seperti ini tetap di pertahankan dengan baik dan bisa diwariskan kepada para penerus kami," imbuh Fathor, salah satu pengurus.

Hingga artikel ini dimuat, ayat ayat suci tetap dilantunkan (tadarrus) dengan merdu secara bergiliran. (Hamz)

Sabtu, 04 Juni 2016

UNDANGAN PELANTIKAN PENGURUS

Assalamualakum Wr. WB
Salam dan doa semoga ALLAH SWT. senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya kepada kita dalam menjalankan tugas sehari-hari. Amien.
Sehubungan dengan di adakannya pelantikan pengurus (Kom. FKIP, Kom. Ekonomi, kom. Al-khairat) Dan orasi kepemimpinan pada :

Hari       : Ahad (besok)
tanggal : 05 juni 2016
jam        : 12.00 wib
tempat  : Pendopo Ronggosukowati Pamekasan
Tema.   : Membangun Loyalitas Dan Solidaritas Guna Membentuk Pemimpin Yang Berkualitas

Maka dari itu kami mengharap kehadiran kawan-kawan dalam acara tersebut.

Demikian undangan ini kami buat atas perhatian dan kerja samanya kam ucapkan terimakasih

Billahitaufiq Walhidayah
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Hormat kami :
DODI SUTRISNO (KETUA PANITIA)
HARIS                 (EKRETARIS PANITIA)

AFRIYANTONO (FORMATEUR KOM. EKONOMI)
NOR ALI.  (FORMATEUR KOM FKIP)
NAWAQI.  (FORMATEUR KOM AL-KHAIRAT)

Minggu, 15 Mei 2016

CORETAN-CORETAN DUNGU





CORETAN-CORETAN DUNGU
Karya : Aku
Edisi 1
Sumenep, Jumat 27 Mei 2011, 06:00 wib.
Matahari yang baru beberapa detik membuka matanya, memperlihatkan sinar kuning kusam menerobos tirai-tirai dan bilik kubukku, laksana air yang mengalir deras pada lembah curam nan menakutkan.
Akupun juga baru membuka mata yang terlelap dalam hitungan detik saja, terlelap oleh bayang-bayang semu yang tak pernah lelah menghantui, sebuah bayangan yang aku harap akan menjadi nyata tapi tak kunjung tiba, sesosok perempuan mungil dan manis yang tak aku ketahui lagi tentang keberadaannya, perempuan yang menjadi sebab atas akibat ketidak perdulianku dalam menata hidup demi impian masa depan yang lebih cerah, perempuan yang terkadang membuatku kuat kadang pula membuatku lemah dan terkadang pula membuatku lapuh dan rapuh, seperti belalang-belalang kecil yang terhempas angin dipertengahan musim kemarau, terpental dan terseok-seok,
“Pagi yang sendu berselimut awan sedikit pekat”, gumamku
Sembari membereskan lembaran-lembaran kertas yang tak sempat aku rapikan sebelum aku terlelap tidur.
Seperti biasanya, aku awali pagiku dengan mencicipi kopi panas buatan ibu, aku reguk beberapa kali sebelum aku menikmati satu batang rokok yang membuatku sedikit lebih tenang meskipun pada dasarnya hati tidak sedang ingin berdamai.
diwaktu yang bersamaan, teman dekat sekalgus tetangga menghampiriku.
“Woy masih pagi sudah bengong”. Sentak Umar mengagetkanku.
“Gimana katanya kamu sudah diterima di perguruan tinggi, kapan kamu akan kuliah?” Umar melanjutkan sapaanya dengan bertanya tentang studiku.
“Minggu depan sudah ORDIK (orientasi pendidikan)”. jawabku singkat,
sembari menikmati setiap hisapan yang menghasilkan asap putih bertebaran di depan mata, sesekali ku reguk dengan kopi hitam yang ada di tengah-tengah antara aku dan umar. Setidaknya aku selalu berusaha untuk berkontribusi dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional meskipun sekedar membeli dan menghabiskan produk rokok dalam negeri yang tentunya dikenakan wajib pajak.
“Wow hebat, sebentar lagi kamu akan jadi anak kampus yah, semoga kamu bisa memulai hidup barumu disana, melupakan mantanmu dan melupakan masa lalumu itu”. Tangkas umar,
Aku terdiam mendengar perkataan umar, aku mulai ingat tentang semuanya. Tentang masa lalu yang mengeksploitasi fikiranku, bayang-bayang yang masih saja datang di sela-sela waktu membuat aku semakin rapuh, entah sampai kapan akupun tidak tahu.
“Ingat, hidupmu tidak akan berhenti sampai disini, perjalanan masih panjang, masih terlalu banyak hal-hal yang perlu kamu lakukan, karna hidup ini masih koma (,) belum titik (.)” saran umar,
Lagi-lagi aku terdiam mendengar  perkataan umar, seorang teman dekat yang tak henti-hentinya memberikan saran dan motivasi supaya aku bisa menjalani sebuah kehidupan yang lebih baik.
Aku yang sampai detik ini masih kebingungan menginterpretasikan makna sebuah kehidupan di dalam pusaran globalisasi dan modernisasi, sebuah ketakutan tentang esensi kehidupan yang dihasilkan dari kontemplasi panjang yang cukup pelik untuk ditafsirkan dan tidak sembarang orang bisa mengerti apa lagi memahami, hidup yang termaktub dalam takdir tuhan sejatinya bisa dirubah oleh semua insan yakni dengan berusaha dan berikhtiar. Tapi hal itu tidak dengan hidupku.
#Bersambung